
Tak juga usai rupanya “konflik” (kalau boleh dikategorikan itu) di Rumah Besar Kaum Nasionalis (baca : PDI Perjuangan) Kab. Banyumas. Satu kubu merapat melakukan rekonsiliasi, muncul lagi kubu atau blok baru. Menjadi menarik, karena berkaca dari dinamika politik di tubuh PDI Perjuangan Kab. Banyumas ini kita bisa belajar langsung tentang politik dalam arti sebenarnya.
Terakhir misalnya, saat hampir seluruh media cetak maupun elektronik melansir berita tentang Pembakaran Atribut PDI Perjuangan beberapa hari lalu, apabila kita cermati kita akan temukan banyak hal. Proses alamiahkah itu, sebatas ketidakpuasan lantas di manifestasikan dengan tindakan tertentu. Atau ?
Dalam pandangan saya ada yang melakukan bluffing (menggertak), sebab dalam proses politik hal semacam ini acapkali dilakukan untuk mempertinggi harga tawar satu pihak atas pihak lainnya. Layaknya bumbu dalam masakan, kalau takarannya pas akan beri rasa yang mampu menggoyang lidah. Tapi kalau berlebihan atau kurang, bisa kelabakan dan susah untuk menelannya.
Konon ada yang menengarai ini karena provokasi pihak luar, ada pula yang meyakini orang dalam yang memainkan peran (seperti jamaknya teori konspirasi), sebab di Banyumas PDI Perjuangan sebentar lagi akan punya hajat memilih Ketua. Analisa mana yang benar dan salah, tidak terlalu penting buat saya. Jauh lebih penting adalah menjawab pertanyaan arus bawah yang menunggu dan berharap bahwa rumah besar kaum nasionalis ini benar-benar mampu menjadi rumah yang bisa menjadi tempat bernaung dan mewujud keinginan serta harapan penghuninya. Merdeka !!!


0 comments:
Post a Comment